Kamis, 07 Mei 2015

Keluhan Ringan Saat Hamil dan Solusinya



Saat hamil kondisi fisik berubah. Banyak keluhan yang muncul. Tak semuanya berat tapi ada juga yang ringan dan tak perlu penanganan lebih lanjut. Apa sajakah dan bagaimana mengatasinya?

Pusing Keluhan ini merupakan keluhan awal dan umum terjadi. Pengaruh hormon saat kehamilan yang menjadi penyebabnya. Hormon progesteron memicu dinding pembuluh darah melebar. Sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan darah dan membuat calon ibu merasa pusing. Keluhan ini akan hilang dengan sendirinya.


Solusinya: Penanganan yang tepat tentu harus dengan mengetahui lebih dulu penyebabnya. Bila akibat pengaruh hormonal, penanganannya cukup dengan tidur dan menghindari stres. Sementara bila karena anemia dan hipertensi, mau tidak mau harus diatasi dulu faktor penyebabnya. Sedangkan jika karena tekanan darah rendah, kurangi aktivitas dan hemat pengeluaran energi. Juga hindari gerakan mendadak seperti dari posisi duduk atau jongkok langsung ke posisi berdiri. Kalaupun merasa perlu menelan obat antisakit kepala lantaran tak kuat lagi menahannya, pilihlah yang paling aman. Salah satunya parasetamol yang masih bisa ditoleransi untuk dikonsumsi ibu hamil sekalipun tanpa resep dokter. 

Mual dan Muntah Menurut Dr. HM. Bayu Wahyudi, MOH, SPOG, sekitar 50 hingga 70 persen wanita hamil akan mengalami rasa mual dan terkadang disertai pegal, pusing hingga meriang. Hal ini merupakan gejala normal yang muncul pada trimester pertama kehamilan di usia 6-14 minggu. Keluhan ini kerap dikenal dengan istilah Morning Sickness. Morning sickness terjadi karena plasenta yang berkembang dan menghasilkan sejenis hormon HCG. Hormon ini prosentasenya meninggi sesuai dengan pertumbuhan plasenta. Diperkirakan, hormon inilah yang mengakibatkan muntah melalui rangsangan terhadap otot dari poros lambung. Makin tinggi hormon ini makin cepat merangsang muntah. Sebenarnya hormon HCG  sangat dibutuhkan pada awal kehamilan. Selain membentuk plasenta, HCG juga akan menjaga janin tumbuh dengan baik. 

Solusinya : Sediakan snack atau makanan ringan seperti, crackers, kue beras atau sebatang coklat di samping tempat tidur Anda. Makanlah bahan makanan tersebut ketika Anda bangun atau setelah mual hilang. Makanan-makanan tersebut dapat menghilangkan rasa mual. Selain itu, jagalah pola makan dan makanlah sesering mungkin walaupun dalam porsi kecil. Tujuannya untuk menjaga agar perut tidak berada dalam keadaan kosong dan tetap menjaga gula darah yang stabil. Perbanyaklah mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat, perbanyak minum, mengkonsumsi vitamin B6, istirahat cukup, menjauhi makanan pedas serta bersikap positif terhadap kehamilan dapat mengurangi gejala mual-mual. 

Buang air kecil Inilah keluhan yang paling sering dialami. Adanya janin membuat tekanan pada kandung kemih. Kadangkala penyebabnya kecenderungan ibu hamil yang minum lebih banyak. Akibatnya, ginjal lebih banyak pula memproduksi air seni. Selain itu letak kandung kemih yang bersebelahan dengan rahim membuat kapasitasnya berkurang. Itulah salah satu sebab ibu hamil sering buang air kecil. 

Solusinya : Yang perlu diwaspadai, saat ini sering terjadi infeksi pada saluran atau kandung kemih pada ibu hamil. Sayangnya, sulit membedakan buang air kecil yang disebabkan oleh infeksi atau tidak. Yang mungkin bisa dijadikan pedoman yakni rasa nyeri yang menyertai. Jika keluarnya air seni diiringi oleh rasa nyeri dan warnanya merah atau keruh mungkin itu pertanda infeksi. Untuk mengatasinya, jangan menunda keinginan buang air kecil. 

Pegal-pegal Penyebabnya bisa karena ibu hamil kekurangan kalsium atau karena ketegangan otot. Sepanjang kehamilan, boleh dibilang ibu membawa beban berlebih. Otot-otot tubuh juga mengalami pengenduran sehingga mudah merasa lelah. Hal inilah yang membuat posisi ibu hamil dalam beraktivitas apa pun jadi terasa serba salah. Penyebab lainnya, yaitu ibu hamil kurang banyak bergerak atau olahraga. 

Solusinya : Amat disarankan untuk senantiasa menyempatkan waktu berolahraga atau setidaknya beraktivitas ringan. Ibu hamil pun sebaiknya menjaga sikap tubuh. Ibu diwajibkan mengonsumsi susu dan makanan yang kaya kalsium. Menggunakan koyo? Boleh-boleh saja. 



Kram dan sakit pada kaki Menjelang akhir kehamilan tangan dan kaki sering mengalami kekakuan. Bagian tubuh tersebut agak membengkak sedikit karena menyimpan cairan. Akibatnya syaraf jadi tertekan. Tekanan ini terasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum. Sehingga tangan dan kaki tidak merasakan apa-apa dan ototnya jadi lemah. Gejala ini terasa waktu bangun tidur di pagi hari dan membaik di siang hari. Penyebabnya diperkirakan karena hormon kehamilan, kekurangan kalsium, kelelahan, tekanan rahim pada otot, kurang bergerak sehingga sirkulasi darah tidak lancar. 

Solusinya : Saat kram terjadi, yang harus dilakukan adalah melemaskan seluruh tubuh terutama bagian tubuh yang kram. Dengan menggerak-gerakkan pergelangan tangan dan mengurut bagian kaki yang terasa kaku bisa membantu menghilangkan kekakuan. Selain itu, pada saat bangun tidur jari kaki ditegakkan sejajar dgn tumit utk mencegah kram mendadak. Agar kram tidak sampai mengganggu, atasi dengan mengkonsumsi banyak kalsium, minum air putih yang banyak, melakukan senam ringan, dan cukup istirahat. 

Kaki bengkak (Edema) Sekitar 75% wanita hamil pasti mengalami pembengkakan pada kaki (edema), yang umumnya terjadi pada trimester akhir. Penyebabnya bisa karena ibu terlalu banyak diam. Secara fisiologis, ibu hamil memang menanggung beban tambahan yang akan semakin memperlambat aliran darah pada pembuluh darah vena. Kaki bengkak selanjutnya bisa memicu tekanan darah tinggi atau malah preeklamsi. Sebenarnya, kaki bengkak bukan disebakan karena banyaknya mengkonsumsi garam. Ibu hamil boleh-boleh saja mengonsumsi makanan yang mengandung garam seperti sebelum hamil.

Solusinya : Lakukan cukup olahraga dan sebisa mungkin tidak bersikap statis atau berdiam diri dalam posisi yang sama berlama-lama. Saat Anda duduk, sebisa mungkin selalu luruskan kaki. Sempatkan untuk beristirahat sejenak di sela-sela aktivitas dan tidur dengan posisi berbaring pada sisi kiri tubuh. Anda sebaiknya mulai mewaspadai pembengkakan pada kaki bila diikuti juga dengan berat badan yang meningkat drastis, naiknya tekanan darah serta kadar protein dalam urin. Bisa jadi gejala tersebut merupakan tanda bahwa Anda mengidap pre-eclampsia. 

Sakit punggung Selama kehamilan, sambungan antara tulang pinggul mulai melunak dan lepas. Ini persiapan untuk mempermudah bayi lahir. Rahim bertambah berat, akibatnya, pusat gravitasi tubuh berubah. Secara bertahap, ibu hamil mulai menyesuaikan postur dengan cara berjalan. Hal ini menyebabkan sakit punggung dan pegal. 

Solusinya : Mengatasinya tak perlu obat cobalah perbaiki cara berdiri, duduk, dan bergerak. Jika harus duduk atau berdiri lebih lama jangan lupa istirahat setiap 30 menit. 

Gatal-gatal Keluhan ini pun lazimnya disebabkan pengaruh faktor hormonal. 

Solusinya : Cukup dengan menggunakan obat luar. Sedapat mungkin hindari obat-obatan oral atau yang diminum. Obat-obatan jenis ini umumnya tidak baik bagi tumbuh kembang janin. 

Nyeri ulu hati Jika mengalami keluhan ini jangan panik. Hal ini disebabkan adanya sejumlah kecil isi lambung yang lewat di pangkal saluran kerongkongan (penghubung mulut dengan lambung). 

Solusinya: Tak perlu ke dokter untuk mengatasinya. Malah pencegahannya tergolong mudah. Selama kehamilan, jangan membungkuk atau berbaring datar. Kalaupun ingin berbaring cobalah gunakan bantal yang tinggi. Sediakan pula segelas susu di samping tempat tidur dan minumlah sedikit-dikit setiap kali terasa nyeri. 

Sembelit Hormon progesteron saat hamil menyebabkan relaksasi usus. Akibatnya daya dorong usus terhadap sisa makanan berkurang. Sisa makanan yang menumpuk mengakibatkan sembelit. Sebab lainnya bisa juga kandungan zat besi pada tablet khusus ibu hamil. Selain itu, kebiasaan menahan buang air besar seringkali menjadi penyebab. 

Solusinya : Perbanyaklah mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan berserat. Satu lagi, lebih teraturlah ke belakang dan minum air putih minimal delapan liter setiap hari.(***)

Senin, 02 September 2013

Pengin Hamil? Titip Doa yang Mau Berangkat Haji

Kabar gembira buat Anda yang sampai saat ini belum juga dikaruniai momongan. Tahukah Anda, sebanyak 71 kloter jamaah haji dari embarkasi Solo akan diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 10 September- 9 Oktober 2013. Kalau untuk embarkasi lain, saya kurang paham. Intinya adalah : inilah saatnya bagi Anda untuk titip doa kepada calon-calon tamu Allah itu.


Datangilah orang-orang yang Anda kenal yang mau berangkat haji. Tulis di secarik kertas titipan doa dan harapan Anda kepada calon haji itu. Mintalah agar beliau-beliau itu membaca titipan doa itu di tempat-tempat yang mustajabah di Tanah Suci.

Karena Anda saat ini sudah ingin sekali punya momongan, letakkan keinginan itu di nomer pertama dari sekian nomer titipan doa Anda.

Jangan hanya satu-dua calon haji yang Anda datangi. Semakin banyak calon haji yang Anda datangi dan mintai tolong untuk memanjatkan doa di Tanah Suci maka akan semakin besar peluang doa Anda untuk dikabulkan oleh Allah.

Dulu ketika menunggu kehadiran anak pertama, selalu saya titip secarik kertas bertuliskan sejumlah harapan dan doa kepada para calon haji yang mau berangkat. Alhamdulillah, setelah sekian kali titip doa, akhirnya harapan itu dikabulkan oleh Allah di usia ketujuh pernikahan kami.

Namun perlu Anda ingat. Anda jangan hanya menitipkan kertas itu dan setelah itu selesai. Bukan seperti itu. Tetapi selama beliau-beliau itu breada di Tanah Suci, doa kan pula mereka. Kirimi mereka setiap hari dengan surat Al Fatihah, bahkan kalau bisa setiap habis shalat.

Tujuannya apa? Dengan kiriman doa dan Al Fatihah itu maka mereka yang sedang di Tanah Suci akan ingat kita juga. Karena ingat kita maka mereka juga ingat dititipi doa oleh kita. Sehingga mereka pun akan membaca doa-doa yang kita titipkan. Inilah indahnya saling mendoakan. Kita di tanah air mendoakan keselamatan mereka, mereka pun di Tanah Suci memanjatkan doa-doa yang kita titipkan. Subhanallah.

Yuk, jangan hanya duduk terus di depan komputer. Mulai hari ini kita silaturahmi ke orang-orang yang akan berangkat haji sambil membawa secarik kertas berisi titipan doa-doa kita. Semoga ikhtiar dan usaha kita ini mendapat ridlo dari Allah SWT. Amin. ***

Rabu, 21 Agustus 2013

Cara Praktis Menghitung Masa Subur Istri

Bagi pasangan yang ingin mempunyai anak tentu sangat ingin mengetahui kapan masa subur istri. Sebab pada saat masa subur itu, mereka akan "bertempur habis-habisan sampai titik darah penghabisan".

Kalau perlu, hubungan suami-istri dilakukan seperti minum obat, yaitu 3 kali sehari. Pagi-siang-malam. Wow !

Pengetahuan tentang masa subur istri ini juga perlu diketahui oleh pasangan yang ingin menunda atau men-setop kehamilan. Pada saat masa subur, mereka tidak berhubungan. Ketika sudah tidak berada dalam masa subur, mereka berhubungan lagi.

Dalam postingan saya yang lama sudah saya tulis teori bagaimana menghitung masa subur istri. Memang ada beberapa teori untuk mengetahui masa subur itu. Cukup ribet karena ada hitung-hitungannya.

Setelah saya jalan-jalan di google, saya ketemu dengan ibuhamil.com yang berisi cara menghitung masa subur istri dengan sangat praktis. Karena kita cukup mengisi tanggal di situ, tekan "hitung masa subur" maka akan keluar KALENDER CINTA.

Sangat  komplit penghitungannya. Ada masa subur, ada masa PALING SUBUR, bahkan ada hari perkiraan lahir (HPL) jika bulan berikutnya istri dinyatakan hamil

Juga tanggal-tanggal yang dimungkinkan Anda mendapat anak laki atau perempuan jika berhubungan. Tanggal-tanggal kurang subur. Pokoke komplit mas dan mbak bro.

Ini linknya. http://ibuhamil.com/kalkulator-masa-subur.php
Silakan dibuka dan diisi.

SELAMAT BERTEMPUR SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN !!!

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Belum lama ini saya mendapat pertanyaan dari seorang kawan laki-laki melalui facebook. "Bagaimana cara mengetahui usia kehamilan? Dan apakah usia kehamilan bisa dihitung?"

Mendapat pertanyaan ini, saya bertanya dalam hati. Ini teman kayaknya belum pernah datang ke dokter kandungan. Karena kalau ke dokter kandungan memeriksakan kehamilan istri, pasti dokter akan memberitahu usia kandungan, kondisi janin, berat janin, dll.

Tak apalah bila ada pertanyaan seperti itu. Karena barangkali juga ada tipe-tipe suami yang enggan ikut masuk ke ruang dokter kandungan dengan alasan macam-macam. Namun dalam hati mereka sebenarnya penasaran juga dengan usia dan kondisi calon anaknya.

Ini ada tabel yang bisa diisi oleh suami atau istri yang ingin mengetahui usia kehamilannya. Juga bisa mengetahui kapan kira2 terjadi pembuahan sehingga istri sekarang hamil. Juga  bisa tahu kapan kira2 persalinan/kelahiran akan terjadi.

 Syaratnya Anda harus tahu kapan hari pertama istri haid yang terakhir.

Silakan diisi  tanggal, bulan, dan tahun dengan angka. untuk bulan tidak perlu ditambahi angka NOL. misalnya bulan Juni cukup ditulis 6. Jangan 06. Selamat menghitung.


Hari Pertama Haid Terakhir
(HPHT)
Tanggal (DD)
Bulan (MM)
Tahun (YYYY)
Lama Siklus Haid Rata-rata
Boleh tidak diisi
(22 - 45 hari)
*Umumnya 28 hari
Perkiraan Pembuahan
Perkiraan Usia Janin
Perkiraan Siap Dilahirkan
Perkiraan Tanggal Kelahiran
Trimester Pertama
Trimester Kedua
Trimester Ketiga
Mulai Senam Hamil

Tapi ingat ya, penghitungan yang akurat tetap mengacu pada keterangan dokter kandungan. Tabel ini hanya untuk pengetahuan saja. Meski hasilnya tidak jauh meleset dari keterangan dokter.

Sperma Nol Tetap Bisa Membuahi Istri




SUDAH menikah sekian tahun belum juga dikarunia momongan? Dan sudah periksa ke laborat ternyata karena sperma suami nol alias tidak ada spermatozoa dalam cairan spermanya? Sedangkan istri dinyatakan sehat.

Jika seperti ini, istri jangan langsung menyalahkan suami. “Ini gara-gara Mas sehingga kita tidak bisa punya anak. Coba kalau Mas sehat, tentu kita sudah punya anak sekarang. Anak kita mungkin sekarang sudah sekolah di TK.”

Jangan seperti itu ya Mbak. Perkataan seperti itu sangat menyakitkan hati suami. Sebab suami juga sama seperti istri yang menginginkan anak. Perkataan itu hanya membuat suami down. Lebih baik istri mendukung suami untuk mencari solusi atas permasalahan itu.

Karena sperma nol bukanlah akhir dari segala-galanya. Meski hasil laborat menyatakan seperti itu, bukan berarti tidak ada solusi. Cobalah untuk ke alternatif: pijat/urut. Sebab bisa jadi sperma nol karena terjadi sumbatan pada saluran yang terkait dengn proses pembuatan sperma.

Hal ini dialami oleh saudaranya Direktur RSUD dr Gutheng Tarunadibrata, dr Nonot Mulyono. “Dia sudah 12 tahun menikah dan sekarang istrinya sedang hamil. Selama belasan tahun itu suaminya dinyatakan sperma nol sehingga tidak bisa membuahi istri,” kata Nonot kepada saya, suatu hari.

Mereka sudah memeriksakan diri ke dokter dan melakukan apa saja yang disarankan oleh medis. Namun ternyata ikhtiar itu belum jodoh. Hingga akhirnya mereka bertemu dengan seseorang yang punya keahlian pijat/urut.

Setelah dideteksi, orang itu bilang kalau ada sumbatan pada salah satu saluran yang memproduksi sperma. Itulah mengapa ketika ejakulasi tidak ada sperma yang keluar yang bisa membuahi istri. Ada cairan yang keluar tetapi tidak mengandung spermatozoa.


Si suami kemudian diterapi pijat di titik-titik yang terkait dengan saluran itu. Setelah sekian kali pijat, saluran itu bisa terbuka kembali sehingga proses pembentukan spermazoa bisa berjalan normal. Dan akhirnya dia bisa membuahi istrinya.

Jadi kalau suami dinyatakan oleh dokter, sperma nol, jangan putus asa. Silakan coba ikhtiar pijat.  Kalau di satu tempat pijat belum jodoh, ya coba tempat pijat yang lain. Cari pijat yang khusus berkaitan dengan kehamilan. Jangan pijat lain-lain ya. he..he.. Dan jangan lupa tetap berdoa.***

Hubungan Antara Amal Kebaikan dan Kelahiran




APA sih hubungannya antara amal kebaikan dan kelahiran? Nampaknya tidak ada hubungannya secara langsung. Tetapi bagi seorang suami yang sedang menunggu kelahiran anaknya, dua perkara ini bisa mempunyai hubungan yang erat.

Selama istri hamil, atau malah sebelum istri hamil, suami perlu melakukan suatu amal kebaikan yang berkualitas. Karena amal itu bisa dipakai pada saat proses kelahiran agar istri diberi kelahiran yang mudah oleh Allah. 

Istri mudah melahirkan dan anak lahir dengan sehat dan sempurna. Pengalaman saya saat istri melahirkan anak pertama, sungguh tidak bisa terlupakan. Saat kelahiran itu saya jauh dari orang tua/mertua dan saudara. Kami beda kota.

Waktu anak pertama saya mau lahir, saya cemas bukan kepalang. Karena ketuban pecah dan keluar berwarna keruh kehijauan. Dokter bilang, harus ada tindakan bila tidak segera ada tanda-tanda mau melahirkan. Sebab si bayi bisa keracunan di dalam kandungan.

Istri melahirkan di RS Ibu dan Anak (RSIA) Ummu Hani di Jalan DI Panjaitan, Purbalingga. Saat itu istri ditangani bidan dan perawat. Oleh mereka, atas petunjuk dokter, istri dipasangi oksigen. Nafas istri tersengal-sengal. Dia terus menerus mengucapkan lafal Allah.

Saya panik melihat istri seperti itu. Apalagi air ketuban berwarna keruh terus saja keluar.  Saya tinggalkan istri. Saya masuk kamar. Saya sholat sunnah 2 rokaat. Setelah itu saya berdoa menangis minta keselamatan istri dan calon anak saya. 

Bagaimana saya tidak panik. Saya menunggu kehamilan anak pertama itu sudah hampir 7 tahun. Saya tidak bisa membayangkan bila harus kehilangan anak itu atau kehilangan istri tercinta.

Ketika berdoa dan menangis itu, saya teringat kisah teladan ttg 3 orang yang  terperangkap gua. Setiap orang berdoa kepada Allah dengan menceritakan amal kebaikannya yang paling utama dan berharap Allah membukakan goa yang tertutup batu besar.

Ketika itu saya mencoba mengingat-ingat amal apa yang paling utama yang pernah saya lakukan. Saya teringat, selama saya SMA, kuliah, bahkan setelah kerja, saya meluangkan waktu mengajar anak2 mengaji, baik di rumah maupun di masjid.

Amal itulah yang saya sampaikan kepada Allah. “Ya Allah, hamba melakukan semua amal itu semata-mata mengharap rida-Mu. Bila Engkau rida dengan apa yang sudah hamba lakukan selama itu ya Allah, selamatkan istri dan anak hamba. Berilah kemudahan dalam proses kelahirannya…” doaku saat itu.

Setelah doa dirasa cukup, saya segera berlari lagi mendampingi istri yang masih mengerang-erang di ruang bersalin. Ternyata proses persalinan kurang berjalan lancar. Sebab anak saya terlilit usus (berkalung usus ibunya).

Saya melihat keadaan anak saya karena saya memegangi pundak istri dari belakang, membantu mengangkat punggungnya ketika disuruh bidan. Saat diangkat keluar, rupanya anak saya terlilit 1 lilitan di leher dan 2 lilitan usus di bagian kaki.

Dan saat dilepaskan dari lilitan usus, anak saya tidak menangis. Nampaknya ada air ketuban yang masuk mulutnya. Dia segera diletakkan di bed sebelah istri dan segera dikerubuti bidan dan perawat yang lain. Tak berapa lama, terdengar tangis anakku meski tidak terlalu keras.

Saya langsung sujud syukur di situ. Kupeluk istriku yang masih bermandikan peluh. Kami menangis bahagia. Alhamdulillah… terima kasih ya Allah atas karunia-Mu yang besar ini.
………………….
Nah, dari pengalaman tadi, baik suami atau istri, perlu sedari awal, sedari sekarang, ayo lakukan amal utama. Amal ini bisa menjadi wasilah/penolong kita di saat genting, di saat ada pertaruhan nyawa, pertaruhan hidup dan mati.(***)

Minggu, 31 Maret 2013

Jatuh Saat Hamil, Berbahayakah?




Bagi Anda yang saat ini sedang hamil dan suatu saat Anda jatuh, entah jatuh di dalam rumah akibat terpeleset atau jatuh dari kendaraan, maka sebaiknya berhati-hati. Demi buah hati Anda, saya menyarankan lebih baik di hari itu juga memeriksakan diri ke bidan atau dokter kandungan Anda.

Karena pembantu rumah tangga (PRT) saya, kehilangan calon anak ke tiga karena dia jatuh saat hamil. Dia jatuh saat naik sepeda ontel karena diserempet sepeda motor. Saat itu sudah usia kandungan tua.

Setelah terjatuh, dia tidak segera memeriksakan diri ke dokter. Padahal dia tidak merasakan lagi gerakan janinnya. Hingga beberapa minggu kemudian saat dia periksa ke dokter, ternyata janinnya tidak berkembang dan sudah tidak bernyawa. Akhirnya dia dikuret.

Menurut dokter, posisi jatuh ibu hamil menentukan dampaknya pada janin. Karenanya, ibu hamil jangan sampai jatuh. Pergeseran titik berat tubuh menyebabkan ibu hamil sering kehilangan keseimbangan tubuhnya. Jadi, tak heran bila ibu hamil cenderung mudah terjatuh.

Apakah jatuh bisa membahayakan ibu dan janin? Ya. Bagaimana dampaknya terhadap janin, tergantung posisi jatuh si ibu.  

Jatuh terlentang: tidak menyebabkan janin Anda berbenturan langsung dengan permukaan tanah. Namun, stres, kaget, atau syok yang Anda alami dapat memicu produksi hormon yang merangsang terjadinya kontraksi. Akibatnya, janin berisiko lahir prematur.

Jatuh tengkurap: lebih berbahaya daripada jatuh telentang. Sebab, yang pertama kali terbentur adalah janin Anda. Jatuh yang langsung mengenai rahim dapat menyebabkan plasenta terlepas (solutio placenta). Bila  kasusnya ringan, janin dapat diselematkan. Namun bila lewat USG terlihat banyak bagian plasenta yang lepas, dokter biasanya akan mengakhiri kehamilan.

Jatuh terduduk: bisa menyebabkan poros tulang belakang ibu mengalami benturan keras. Beban tubuh ibu yang tiba-tiba bertumpu pada tulang belakang dapat menyebabkan hal yang sama seperti bila jatuh telentang. Namun, bila ibu jatuh terduduk pada usia kehamilan lanjut, dapat berisiko kantung ketuban robek, sehingga memicu kelahiran lebih awal.

Apa yang sebaiknya dilakukan setelah terjatuh? Jangan langsung panik! Tenangkan diri Anda dengan tarik napas dalam beberapa kali.

Segera amati kehamilan setelah Anda jatuh.

1. Terjadi Perdarahan atau tidak
Meski hanya flek saja, Ibu tetap waspada. Segera periksa ke DSOG untuk memeriksa kondisi janin! Kalau sekadar flek, pemeriksaan bisa dilakukan dokter yang biasa menangani. Namun, jika terjadi perdarahan hebat, BuMil segera dibawa ke UGD RS terdekat!  

2. Ketuban Pecah atau tidak

Jika merasa air ketuban mengalir, segera konsultasikan ke dokter. Tujuannya, agar air ketuban ini mengalirnya tidak bertambah banyak yang dapat menyebabkan timbulnya kontraksi, persalinan prematur, dan infeksi pada bayi.

3. Masih ada gerakan janin atau tidak
Coba pantau gerak janin setiap jamnya. Apakah bayi itu bergerak setiap per jamnya atau tidak? Bahkan jika selama beberapa jam saja, janinnya tidak bergerak, Anda segera ke dokter kandungan untuk melihat gerakan bayi lewat USG!

4. Terjadi kontraksi atau tidak.
Istilah kontraksi adalah pergerakan otot rahim secara simultan sehingga dinding rahim terasa rileks dan mengeras secara bergantian. Biasanya, awam menyebutnya mules atau melilit berlebihan. Nah, umumnya kontraksi ini timbulnya menjelang persalinan dan tidak boleh timbul sebelum waktunya karena dapat menyebabkan persalinan prematur.

Kapan harus segera ke dokter?

·         Bila jatuh tengkurap, lalu Anda mengalami kontraksi dan nyeri yang hebat, perdarahan hebat, dan perut terasa kencang.
·         Bila jatuh terduduk, lalu Anda mengalami rasa nyeri hebat, terutama pada poros tulang belakang, dan gerakan janin menghilang.
·         Bila Anda mengalami pusing hebat akibat benturan di kepala saat terjatuh.
·         Janin tak bergerak setelah jatuh.

Dengan Anda segera memeriksakan diri ke bidan atau dokter, berarti Anda sayang dengan calon bayi Anda. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati, lebih baik jaga-jaga daripada menyesal di kemudian hari.(***)