Minggu, 09 Agustus 2015

Hamil Setelah Menunggu Selama 27 Tahun

Subhanallah. Allahu akbar....

Hati saya bergetar saat membaca kisah nyata pengalaman dokter spesialis kandungan, Dr Suryo Bawono Sp.OG.
Dia mendapatkan pasien seorang ibu yang akhirnya hamil setelah menunggu selama 27 tahun! Bayangkan, 27 tahun menunggu.
Jadi kalau di antara kita ada yang masih menunggu kehadiran buah hati selama 3,5,7,10, 15, 20 tahun, jangan putus harapan. jangan putus ada. tetap berdoa, berusaha, dan berbaik sangka kepada Allah.
Sebab Allah katakan dalam satu firman-Nya; dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
berikut kisah dokter yg praktek di Pekanbaru yg saya kutip dari tulisan beliau di facebook.

Jumat 07-08-2015 penantian 27 tahun semoga berakhir indah
Hari ini kembali ketemu hal yang luar biasa
Ada salah satu pasien yang datang untuk periksa.

Namun, bukan pasien biasa
Karena pasien tsb mengharapkan buah hatinya yang pertama setelah menikah selama 27 tahun!!!!

Saya ikut berdebar waktu melakukan pemeriksaan.
Bagaimana tidak, denyut jantungnya lama dicari tidak ketemu sedangkan kehamilan 7 minggu.

"Ya Allah, ijinkan pasien ini tersenyum bahagia mendengar detak jantung janinnya..."
Alhamdulillah terdengar detak janinnya...saya ikut menarik nafas panjang...lega sekali rasanya...

Dalam hati saya kembali berdoa "Ya Allah, ijinkan pasien tsb tersenyum bahagia nanti saat buah hati lahir sehat selamat..." amin...




Note:

pasien berusia 40 tahun lebih dan menilah 27tahun lamanya. Pasien sudah lelah berobat kemana mana untuk menggenapi usaha mendapatkan buah hati hingga akhirnya merasa cukup dan pasrah.
Ini adalah pertemuan pertama saya dengan pasien dan terimakasih ya Allah...Engkau izinkan hambaMu ini ikut menikmati kebahagiaan sang ibu mendengar detak jantung baby dan mata bersinar berkaca kaca tanda bahagia dan tumbuhnya asa menanti lahirnya buah hati yang dinantikannya 27 tahun.
-------------



Saya sengaja tidak menulis usia pasnya karena fokus ke lama penantian 27 tahun dan ybs memiliki anak angkat yang masih dijaga kerahasiaan tsb. DAN 27 tahun adalah penantian terlama untuk hamil yang pernah saya temui.

Untuk yang mendoakan keselamatan ibu dan calon debay nya terimakasih...semoga pasangan yang menantikan buah hati bisa belajar dari kisah ini dan semoga Allah menghadirkan buah hati buat semua pasangan...amin

Oh ya..kalo usia paling berumur melahirkan yang pernah saya tangani adalah 50 tahun. Jangan ragu ya buat yang sudah berumur utk memiliki buah hati.

Apa tidak bahaya dok hamil jg melahirkan di usia 45thn,,kmrn ortu ku melahirkan di umur 40thn aj di mrhin sm doktr ny di saranin udh jgn hamil lg jd lgsg di stiril.

Komen: kebetulan ada salah satu pasien saya yang melahirkan usia 50 tahun dan secara normal...babynya alhamdulillah sehat sempurna...dimuat juga di majalah Kartini...
Btw saya dilahirkan saat ibu saya berusia 42 tahun..kalo ibu dulu ga dibolehin hamil wah saya ngga hadir di dunia ini ya

Kamis, 30 Juli 2015

Hanya Punya 1 Ovarium Tetap Bisa Hamil


Ini bukan pengalaman pribadi saya melainkan pengalaman seorang istri yang hanya mempunyai 1 ovarium  karena ovarium 1 nya diangkat dokter. Namun dengan izin Allah dia tetap bisa hamil. Bagaimana kisahnya, silakan dibaca dan diambil hikmahnya.


"Sejak saya menikah pada 28 Maret 2010 lalu, saya dan suami sangat menginginkan segera memiliki anak. Tentu sangat menyenangkan jika kami langsung dikaruniai momongan. Bisa terbayangkan gimana bahagianya ada bayi di antara kami berdua. Tapi, ternyata tidak begitu dengan kehendak Allah, Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu di alam raya ini. Tiga minggu setelah saya menikah, saya divonis menderita endometriosis. Hari itu juga harus dioperasi untuk mengangkat endometriosis dan juga ovarium kanan saya, tempat bertumbuhnya jaringan endometriosis itu. Itu adalah pukulan telak bagi kami. Tapi, mau tak mau harus kami hadapi dan kami harus ikhlas serta sabar.
http://www.specialistpainphysio.com/wp-content/uploads/2012/11/uterus.jpg
Sebelum saya dioperasi, dokter spesialis kandungan yang akan mengoperasi saya menjelaskan bagaimana posisi saya dengan endometriosis itu. Sang dokter bilang bahwa memang mau tak mau, endometriosis itu harus diangkat. Karena jaringan endometriosis itu sudah parah dan menyumbat aliran ovum di saluran tuba falopi saya bagian kanan, dengan terpaksa ovarium kanan saya juga harus diangkat. Sebab, ovarium kanan saya sudah tidak bisa berfungsi lagi. Kami kaget, tapi ... ya sudahlah. Ikuti saja saran dokter. Pasrah.

Sang dokter melanjutkan kembali. Setelah nanti dioperasi, saya harus menjalani terapi selama enam bulan berturut-turut untuk menghilangkan jaringan endometriosis secara sempurna. Setelah enam bulan itu, saya bisa menjalani program kehamilan. Menurut dokter, saya akan diberi obat penyubur setiap kali puncak ovulasi saya datang agar sel telur benar-benar matang dan bisa dibuahi. Tapi, dokter juga memperbolehkan jika setelah enam bulan terapi itu, saya tidak langsung menjalani program hamil dengan bantuan obat penyubur. Dokter mempersilakan jika saya ingin menjalankan program hamil secara alamiah tanpa dibantu obat.



Menurutnya, kemungkinan untuk memiliki anak setelah nanti endometriosis dan ovarium kanan saya diangkat, masih lumayan tinggi. Meskipun tidak 100 persen, tapi katanya masih lumayan tinggi. Saya dan suami diminta untuk tidak putus asa. ”Bapak dan ibu jangan khawatir. Dokter hanya bisa memperkirakan, tapi Allah yang punya kuasa. Banyak lho pasien-pasien saya seperti ini yang sekarang sudah punya anak. Jadi, ibu dan bapak tetap harus optimis. Ada banyak jalan untuk memiliki anak. Tahapan-tahapannya sudah jelas. Jadi, tenang saja,” begitu kata dokter yang kemudian setiap kali saya kontrol, dia selalu memberi saya wejangan agar terus berusaha dan berdoa agar punya anaknya bisa sesegera mungkin. Hmmm ... baik sekali.

Menurut sang dokter, jika setelah beberapa waktu saya belum hamil-hamil juga, dokter menyarankan agar saya menjalani bayi tabung. Nah ... ini nih yang bikin saya deg-deg ser. Aduuuuuhhh ... panjang sekali fasenya, plus mahal. Saya membayangkan jika menjalani bayi tabung, kira-kira bakal butuh duit berapa banyak? Ya Allah ....

Dalam kondisi itu, alhamdulillah ... Allah mengkaruniakan kepasrahan dan kami tidak pernah mengeluh atau berputus asa. Sedih sih sedih, tapi buat apa sedih terus? Saat operasi itu selesai dilakukan, selesai juga sedihnya. Tidak ada air mata yang menetes setelah operasi itu. Syukur alhamdulillah kami dikaruniai itu. Yang harus kami lakukan selanjutnya adalah kami harus terus berikhtiar dan berdoa memohon kemurahan Allah agar Dia memudahkan kami memiliki keturunan. Juga berdoa agar penyakit itu tidak akan datang lagi. Yaah ... meskipun akhirnya jaringan endometriosis itu sempat satu kali bertumbuh lagi di tempat yang sama. Tapi, baru jaringan awalnya. Begitu diobati, alhamdulillah jaringannya hilang.

Dan kini ... Allah memberikan kesempatan buat kami untuk menjadi orang tua. Sungguh, ini adalah karunia Allah yang sangat luar biasa besarnya untuk kami. Setelah menyelesaikan terapi selama enam bulan itu, kami memutuskan untuk menjalani program hamil secara alamiah. Meskipun selain itu, dua bulan terakhir sebelum saya hamil, kami juga ikut terapi herbal. Kami mengonsumsi jamu herbal. Kata terapis saya, bulan ini adalah bulan bahagia. Katanya, banyak pasiennya yang mengalami hal sama seperti saya, bulan ini akhirnya hamil. Alhamdulillah ... semoga kehamilan ini berjalan lancar, ya Allah.




Jadi, bagi yang hanya memiliki satu ovarium, entah tinggal yang kanan atau kiri, jangan patah semangat. Hitung-hitungan Allah benar-benar tidak sama dengan hitung-hitungan manusia, ini seringkali saya buktikan.

 http://1.bp.blogspot.com/-tSrpRkNDAas/TqkWFs9gf4I/AAAAAAAAACI/OWFgnJV99Pg/s1600/have_faithv2.gif

Dulu saya melihat Shahnaz Haque sebagai contoh dan penyemangat. Dia hanya tinggal memiliki satu ovarium, tapi nyatanya dia bisa punya tiga putri yang lucu-lucu. Tapi, seminggu yang lalu, saya baru mendapat cerita dari seorang sahabat (terima kasih, Dek Erna) yang ternyata dulu pernah mengalami hal sama persis seperti saya. Alhamdulillah ... enam bulan setelah operasi, dia hamil. Dan sekarang ... si kecil udah besar, udah lucu. Semangat dari Dek Erna membuat saya memiliki contoh yang begitu riil di depan saya. Kalau dulu saat melihat Shahnaz Haque, saya masih agak menerawang. Soalnya tidak kenal langsung. Tapi, dengan Dek Erna, semua begitu nyata di hadapan saya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Hamil meskipun hanya dengan satu ovarium? Kenapa tidak? Iya, kan? Bukankah semuanya Allah yang punya? Allah juga yang menguasai semua ini."

(sumber:  mutiarakisah1.blogspot.com/2015/07/saat-buah-hati-tak-juga-kunjung-hadir.html)

Senin, 13 Juli 2015

Ingin Punya Anak Penghafal Al Qur'an, Coba Lakukan Ini Saat Anda Hamil





Siapa sih yang tidak ingin mempunyai anak-anak yang jadi penghafal Al Qur'an. Ternyata untuk mendapatkan anak yang penghafal Al Qur'an ada hal-hal yang bisa dilakukan sejak saat anak masih di dalam kandungan.

Kita bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh Rasya el-Ghayyar. Karena 3 anaknya menjadi 3 hafizh pernghafal Al Qur'an termuda di dunia , yaitu Tabarak, Yazid, dan Zeenah.
 (Tabarak, Yazeed dan Zeenah saat di Indonesia)

Ketika Rasya hamil, ia melakukan sedikitnya tiga hal yang terkait langsung dengan cita-cita memiliki anak penghafal Qur’an:

Banyak Tilawah

Doktor yang menjadi dosen di Batterje Medical College itu biasa membaca Al Qur’an sejak sebelum menikah. Ketika ia hamil, kebiasaan tilawah itu terus ia lakukan. Bahkan bisa lebih banyak dari hari-hari sebelumnya.

Menghafal Al Qur’an

Selain banyak tilawah, Rasya juga berusaha menambah hafalannya ketika ia mengandung baik anak pertama (Tabarak), anak kedua (Yazeed), maupun anak ketiga (Zeenah).

Berdoa

Rasya sering memanjatkan doa khusus pada waktu hamil. Ia berdoa sebagaimana doa istri Imran yang mulia:

رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat. Karena itu, terimalah (nadzar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Ali Imran: 35)

Sembari berdoa, Rasya menadzarkan anaknya menjadi anak yang taat kepada Allah dan berbakti untuk Al Qur’an.

Biidznillah, doa itu kemudian dikabulkan Allah. Tabarak yang lahir pada 20 Dzulhijjah 1423 H bertepatan dengan 22 Februari 2003, mulai menghafal Al Qur’an pada usia 3 tahun dan menjadi hafizh pada usia 4,5 tahun. Ia lulus ujian al Jamiyyah al Khairiyah li Tahfizh al Qur’an al Karim di Jeddah dan al Hai’ah al ‘Alamiyah li Ta’lim al Qur’an al Karim milik Rabithah al ‘Alam al Islami dengan predikat mumtaz (cumlaude). Tabarak tercatat sebagai hafiz termuda di dunia.

Anak kedua, Yazid Tamamuddin juga hafal Al Qur’an 30 juz pada usia 4,5 tahun. Ia bahkan mendapatkan nilai lebih tinggi dari kakaknya. Meskipun sama-sama mumtaz, Tabarak mendapat nilai 90 dan Yazeed mendapat nilai 95.

Anak ketiga juga demikian. Zeenah el Laboody hafal Al Qur’an 30 juz pada usia kurang dari lima tahun.
Akhirnya, jadilah ketiganya menjadi 3 hafiz termuda di dunia. Subhanallaaaah… 

(dikutip dari web bersamadakwah)

Kamis, 07 Mei 2015

Keluhan Ringan Saat Hamil dan Solusinya



Saat hamil kondisi fisik berubah. Banyak keluhan yang muncul. Tak semuanya berat tapi ada juga yang ringan dan tak perlu penanganan lebih lanjut. Apa sajakah dan bagaimana mengatasinya?

Pusing Keluhan ini merupakan keluhan awal dan umum terjadi. Pengaruh hormon saat kehamilan yang menjadi penyebabnya. Hormon progesteron memicu dinding pembuluh darah melebar. Sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan darah dan membuat calon ibu merasa pusing. Keluhan ini akan hilang dengan sendirinya.


Solusinya: Penanganan yang tepat tentu harus dengan mengetahui lebih dulu penyebabnya. Bila akibat pengaruh hormonal, penanganannya cukup dengan tidur dan menghindari stres. Sementara bila karena anemia dan hipertensi, mau tidak mau harus diatasi dulu faktor penyebabnya. Sedangkan jika karena tekanan darah rendah, kurangi aktivitas dan hemat pengeluaran energi. Juga hindari gerakan mendadak seperti dari posisi duduk atau jongkok langsung ke posisi berdiri. Kalaupun merasa perlu menelan obat antisakit kepala lantaran tak kuat lagi menahannya, pilihlah yang paling aman. Salah satunya parasetamol yang masih bisa ditoleransi untuk dikonsumsi ibu hamil sekalipun tanpa resep dokter. 

Mual dan Muntah Menurut Dr. HM. Bayu Wahyudi, MOH, SPOG, sekitar 50 hingga 70 persen wanita hamil akan mengalami rasa mual dan terkadang disertai pegal, pusing hingga meriang. Hal ini merupakan gejala normal yang muncul pada trimester pertama kehamilan di usia 6-14 minggu. Keluhan ini kerap dikenal dengan istilah Morning Sickness. Morning sickness terjadi karena plasenta yang berkembang dan menghasilkan sejenis hormon HCG. Hormon ini prosentasenya meninggi sesuai dengan pertumbuhan plasenta. Diperkirakan, hormon inilah yang mengakibatkan muntah melalui rangsangan terhadap otot dari poros lambung. Makin tinggi hormon ini makin cepat merangsang muntah. Sebenarnya hormon HCG  sangat dibutuhkan pada awal kehamilan. Selain membentuk plasenta, HCG juga akan menjaga janin tumbuh dengan baik. 

Solusinya : Sediakan snack atau makanan ringan seperti, crackers, kue beras atau sebatang coklat di samping tempat tidur Anda. Makanlah bahan makanan tersebut ketika Anda bangun atau setelah mual hilang. Makanan-makanan tersebut dapat menghilangkan rasa mual. Selain itu, jagalah pola makan dan makanlah sesering mungkin walaupun dalam porsi kecil. Tujuannya untuk menjaga agar perut tidak berada dalam keadaan kosong dan tetap menjaga gula darah yang stabil. Perbanyaklah mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat, perbanyak minum, mengkonsumsi vitamin B6, istirahat cukup, menjauhi makanan pedas serta bersikap positif terhadap kehamilan dapat mengurangi gejala mual-mual. 

Buang air kecil Inilah keluhan yang paling sering dialami. Adanya janin membuat tekanan pada kandung kemih. Kadangkala penyebabnya kecenderungan ibu hamil yang minum lebih banyak. Akibatnya, ginjal lebih banyak pula memproduksi air seni. Selain itu letak kandung kemih yang bersebelahan dengan rahim membuat kapasitasnya berkurang. Itulah salah satu sebab ibu hamil sering buang air kecil. 

Solusinya : Yang perlu diwaspadai, saat ini sering terjadi infeksi pada saluran atau kandung kemih pada ibu hamil. Sayangnya, sulit membedakan buang air kecil yang disebabkan oleh infeksi atau tidak. Yang mungkin bisa dijadikan pedoman yakni rasa nyeri yang menyertai. Jika keluarnya air seni diiringi oleh rasa nyeri dan warnanya merah atau keruh mungkin itu pertanda infeksi. Untuk mengatasinya, jangan menunda keinginan buang air kecil. 

Pegal-pegal Penyebabnya bisa karena ibu hamil kekurangan kalsium atau karena ketegangan otot. Sepanjang kehamilan, boleh dibilang ibu membawa beban berlebih. Otot-otot tubuh juga mengalami pengenduran sehingga mudah merasa lelah. Hal inilah yang membuat posisi ibu hamil dalam beraktivitas apa pun jadi terasa serba salah. Penyebab lainnya, yaitu ibu hamil kurang banyak bergerak atau olahraga. 

Solusinya : Amat disarankan untuk senantiasa menyempatkan waktu berolahraga atau setidaknya beraktivitas ringan. Ibu hamil pun sebaiknya menjaga sikap tubuh. Ibu diwajibkan mengonsumsi susu dan makanan yang kaya kalsium. Menggunakan koyo? Boleh-boleh saja. 



Kram dan sakit pada kaki Menjelang akhir kehamilan tangan dan kaki sering mengalami kekakuan. Bagian tubuh tersebut agak membengkak sedikit karena menyimpan cairan. Akibatnya syaraf jadi tertekan. Tekanan ini terasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum. Sehingga tangan dan kaki tidak merasakan apa-apa dan ototnya jadi lemah. Gejala ini terasa waktu bangun tidur di pagi hari dan membaik di siang hari. Penyebabnya diperkirakan karena hormon kehamilan, kekurangan kalsium, kelelahan, tekanan rahim pada otot, kurang bergerak sehingga sirkulasi darah tidak lancar. 

Solusinya : Saat kram terjadi, yang harus dilakukan adalah melemaskan seluruh tubuh terutama bagian tubuh yang kram. Dengan menggerak-gerakkan pergelangan tangan dan mengurut bagian kaki yang terasa kaku bisa membantu menghilangkan kekakuan. Selain itu, pada saat bangun tidur jari kaki ditegakkan sejajar dgn tumit utk mencegah kram mendadak. Agar kram tidak sampai mengganggu, atasi dengan mengkonsumsi banyak kalsium, minum air putih yang banyak, melakukan senam ringan, dan cukup istirahat. 

Kaki bengkak (Edema) Sekitar 75% wanita hamil pasti mengalami pembengkakan pada kaki (edema), yang umumnya terjadi pada trimester akhir. Penyebabnya bisa karena ibu terlalu banyak diam. Secara fisiologis, ibu hamil memang menanggung beban tambahan yang akan semakin memperlambat aliran darah pada pembuluh darah vena. Kaki bengkak selanjutnya bisa memicu tekanan darah tinggi atau malah preeklamsi. Sebenarnya, kaki bengkak bukan disebakan karena banyaknya mengkonsumsi garam. Ibu hamil boleh-boleh saja mengonsumsi makanan yang mengandung garam seperti sebelum hamil.

Solusinya : Lakukan cukup olahraga dan sebisa mungkin tidak bersikap statis atau berdiam diri dalam posisi yang sama berlama-lama. Saat Anda duduk, sebisa mungkin selalu luruskan kaki. Sempatkan untuk beristirahat sejenak di sela-sela aktivitas dan tidur dengan posisi berbaring pada sisi kiri tubuh. Anda sebaiknya mulai mewaspadai pembengkakan pada kaki bila diikuti juga dengan berat badan yang meningkat drastis, naiknya tekanan darah serta kadar protein dalam urin. Bisa jadi gejala tersebut merupakan tanda bahwa Anda mengidap pre-eclampsia. 

Sakit punggung Selama kehamilan, sambungan antara tulang pinggul mulai melunak dan lepas. Ini persiapan untuk mempermudah bayi lahir. Rahim bertambah berat, akibatnya, pusat gravitasi tubuh berubah. Secara bertahap, ibu hamil mulai menyesuaikan postur dengan cara berjalan. Hal ini menyebabkan sakit punggung dan pegal. 

Solusinya : Mengatasinya tak perlu obat cobalah perbaiki cara berdiri, duduk, dan bergerak. Jika harus duduk atau berdiri lebih lama jangan lupa istirahat setiap 30 menit. 

Gatal-gatal Keluhan ini pun lazimnya disebabkan pengaruh faktor hormonal. 

Solusinya : Cukup dengan menggunakan obat luar. Sedapat mungkin hindari obat-obatan oral atau yang diminum. Obat-obatan jenis ini umumnya tidak baik bagi tumbuh kembang janin. 

Nyeri ulu hati Jika mengalami keluhan ini jangan panik. Hal ini disebabkan adanya sejumlah kecil isi lambung yang lewat di pangkal saluran kerongkongan (penghubung mulut dengan lambung). 

Solusinya: Tak perlu ke dokter untuk mengatasinya. Malah pencegahannya tergolong mudah. Selama kehamilan, jangan membungkuk atau berbaring datar. Kalaupun ingin berbaring cobalah gunakan bantal yang tinggi. Sediakan pula segelas susu di samping tempat tidur dan minumlah sedikit-dikit setiap kali terasa nyeri. 

Sembelit Hormon progesteron saat hamil menyebabkan relaksasi usus. Akibatnya daya dorong usus terhadap sisa makanan berkurang. Sisa makanan yang menumpuk mengakibatkan sembelit. Sebab lainnya bisa juga kandungan zat besi pada tablet khusus ibu hamil. Selain itu, kebiasaan menahan buang air besar seringkali menjadi penyebab. 

Solusinya : Perbanyaklah mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan berserat. Satu lagi, lebih teraturlah ke belakang dan minum air putih minimal delapan liter setiap hari.(***)

Senin, 02 September 2013

Pengin Hamil? Titip Doa yang Mau Berangkat Haji

Kabar gembira buat Anda yang sampai saat ini belum juga dikaruniai momongan. Tahukah Anda, sebanyak 71 kloter jamaah haji dari embarkasi Solo akan diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 10 September- 9 Oktober 2013. Kalau untuk embarkasi lain, saya kurang paham. Intinya adalah : inilah saatnya bagi Anda untuk titip doa kepada calon-calon tamu Allah itu.


Datangilah orang-orang yang Anda kenal yang mau berangkat haji. Tulis di secarik kertas titipan doa dan harapan Anda kepada calon haji itu. Mintalah agar beliau-beliau itu membaca titipan doa itu di tempat-tempat yang mustajabah di Tanah Suci.

Karena Anda saat ini sudah ingin sekali punya momongan, letakkan keinginan itu di nomer pertama dari sekian nomer titipan doa Anda.

Jangan hanya satu-dua calon haji yang Anda datangi. Semakin banyak calon haji yang Anda datangi dan mintai tolong untuk memanjatkan doa di Tanah Suci maka akan semakin besar peluang doa Anda untuk dikabulkan oleh Allah.

Dulu ketika menunggu kehadiran anak pertama, selalu saya titip secarik kertas bertuliskan sejumlah harapan dan doa kepada para calon haji yang mau berangkat. Alhamdulillah, setelah sekian kali titip doa, akhirnya harapan itu dikabulkan oleh Allah di usia ketujuh pernikahan kami.

Namun perlu Anda ingat. Anda jangan hanya menitipkan kertas itu dan setelah itu selesai. Bukan seperti itu. Tetapi selama beliau-beliau itu breada di Tanah Suci, doa kan pula mereka. Kirimi mereka setiap hari dengan surat Al Fatihah, bahkan kalau bisa setiap habis shalat.

Tujuannya apa? Dengan kiriman doa dan Al Fatihah itu maka mereka yang sedang di Tanah Suci akan ingat kita juga. Karena ingat kita maka mereka juga ingat dititipi doa oleh kita. Sehingga mereka pun akan membaca doa-doa yang kita titipkan. Inilah indahnya saling mendoakan. Kita di tanah air mendoakan keselamatan mereka, mereka pun di Tanah Suci memanjatkan doa-doa yang kita titipkan. Subhanallah.

Yuk, jangan hanya duduk terus di depan komputer. Mulai hari ini kita silaturahmi ke orang-orang yang akan berangkat haji sambil membawa secarik kertas berisi titipan doa-doa kita. Semoga ikhtiar dan usaha kita ini mendapat ridlo dari Allah SWT. Amin. ***

Rabu, 21 Agustus 2013

Cara Praktis Menghitung Masa Subur Istri

Bagi pasangan yang ingin mempunyai anak tentu sangat ingin mengetahui kapan masa subur istri. Sebab pada saat masa subur itu, mereka akan "bertempur habis-habisan sampai titik darah penghabisan".

Kalau perlu, hubungan suami-istri dilakukan seperti minum obat, yaitu 3 kali sehari. Pagi-siang-malam. Wow !

Pengetahuan tentang masa subur istri ini juga perlu diketahui oleh pasangan yang ingin menunda atau men-setop kehamilan. Pada saat masa subur, mereka tidak berhubungan. Ketika sudah tidak berada dalam masa subur, mereka berhubungan lagi.

Dalam postingan saya yang lama sudah saya tulis teori bagaimana menghitung masa subur istri. Memang ada beberapa teori untuk mengetahui masa subur itu. Cukup ribet karena ada hitung-hitungannya.

Setelah saya jalan-jalan di google, saya ketemu dengan ibuhamil.com yang berisi cara menghitung masa subur istri dengan sangat praktis. Karena kita cukup mengisi tanggal di situ, tekan "hitung masa subur" maka akan keluar KALENDER CINTA.

Sangat  komplit penghitungannya. Ada masa subur, ada masa PALING SUBUR, bahkan ada hari perkiraan lahir (HPL) jika bulan berikutnya istri dinyatakan hamil

Juga tanggal-tanggal yang dimungkinkan Anda mendapat anak laki atau perempuan jika berhubungan. Tanggal-tanggal kurang subur. Pokoke komplit mas dan mbak bro.

Ini linknya. http://ibuhamil.com/kalkulator-masa-subur.php
Silakan dibuka dan diisi.

SELAMAT BERTEMPUR SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN !!!

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Belum lama ini saya mendapat pertanyaan dari seorang kawan laki-laki melalui facebook. "Bagaimana cara mengetahui usia kehamilan? Dan apakah usia kehamilan bisa dihitung?"

Mendapat pertanyaan ini, saya bertanya dalam hati. Ini teman kayaknya belum pernah datang ke dokter kandungan. Karena kalau ke dokter kandungan memeriksakan kehamilan istri, pasti dokter akan memberitahu usia kandungan, kondisi janin, berat janin, dll.

Tak apalah bila ada pertanyaan seperti itu. Karena barangkali juga ada tipe-tipe suami yang enggan ikut masuk ke ruang dokter kandungan dengan alasan macam-macam. Namun dalam hati mereka sebenarnya penasaran juga dengan usia dan kondisi calon anaknya.

Ini ada tabel yang bisa diisi oleh suami atau istri yang ingin mengetahui usia kehamilannya. Juga bisa mengetahui kapan kira2 terjadi pembuahan sehingga istri sekarang hamil. Juga  bisa tahu kapan kira2 persalinan/kelahiran akan terjadi.

 Syaratnya Anda harus tahu kapan hari pertama istri haid yang terakhir.

Silakan diisi  tanggal, bulan, dan tahun dengan angka. untuk bulan tidak perlu ditambahi angka NOL. misalnya bulan Juni cukup ditulis 6. Jangan 06. Selamat menghitung.


Hari Pertama Haid Terakhir
(HPHT)
Tanggal (DD)
Bulan (MM)
Tahun (YYYY)
Lama Siklus Haid Rata-rata
Boleh tidak diisi
(22 - 45 hari)
*Umumnya 28 hari
Perkiraan Pembuahan
Perkiraan Usia Janin
Perkiraan Siap Dilahirkan
Perkiraan Tanggal Kelahiran
Trimester Pertama
Trimester Kedua
Trimester Ketiga
Mulai Senam Hamil

Tapi ingat ya, penghitungan yang akurat tetap mengacu pada keterangan dokter kandungan. Tabel ini hanya untuk pengetahuan saja. Meski hasilnya tidak jauh meleset dari keterangan dokter.