Minggu, 31 Maret 2013

Jatuh Saat Hamil, Berbahayakah?




Bagi Anda yang saat ini sedang hamil dan suatu saat Anda jatuh, entah jatuh di dalam rumah akibat terpeleset atau jatuh dari kendaraan, maka sebaiknya berhati-hati. Demi buah hati Anda, saya menyarankan lebih baik di hari itu juga memeriksakan diri ke bidan atau dokter kandungan Anda.

Karena pembantu rumah tangga (PRT) saya, kehilangan calon anak ke tiga karena dia jatuh saat hamil. Dia jatuh saat naik sepeda ontel karena diserempet sepeda motor. Saat itu sudah usia kandungan tua.

Setelah terjatuh, dia tidak segera memeriksakan diri ke dokter. Padahal dia tidak merasakan lagi gerakan janinnya. Hingga beberapa minggu kemudian saat dia periksa ke dokter, ternyata janinnya tidak berkembang dan sudah tidak bernyawa. Akhirnya dia dikuret.

Menurut dokter, posisi jatuh ibu hamil menentukan dampaknya pada janin. Karenanya, ibu hamil jangan sampai jatuh. Pergeseran titik berat tubuh menyebabkan ibu hamil sering kehilangan keseimbangan tubuhnya. Jadi, tak heran bila ibu hamil cenderung mudah terjatuh.

Apakah jatuh bisa membahayakan ibu dan janin? Ya. Bagaimana dampaknya terhadap janin, tergantung posisi jatuh si ibu.  

Jatuh terlentang: tidak menyebabkan janin Anda berbenturan langsung dengan permukaan tanah. Namun, stres, kaget, atau syok yang Anda alami dapat memicu produksi hormon yang merangsang terjadinya kontraksi. Akibatnya, janin berisiko lahir prematur.

Jatuh tengkurap: lebih berbahaya daripada jatuh telentang. Sebab, yang pertama kali terbentur adalah janin Anda. Jatuh yang langsung mengenai rahim dapat menyebabkan plasenta terlepas (solutio placenta). Bila  kasusnya ringan, janin dapat diselematkan. Namun bila lewat USG terlihat banyak bagian plasenta yang lepas, dokter biasanya akan mengakhiri kehamilan.

Jatuh terduduk: bisa menyebabkan poros tulang belakang ibu mengalami benturan keras. Beban tubuh ibu yang tiba-tiba bertumpu pada tulang belakang dapat menyebabkan hal yang sama seperti bila jatuh telentang. Namun, bila ibu jatuh terduduk pada usia kehamilan lanjut, dapat berisiko kantung ketuban robek, sehingga memicu kelahiran lebih awal.

Apa yang sebaiknya dilakukan setelah terjatuh? Jangan langsung panik! Tenangkan diri Anda dengan tarik napas dalam beberapa kali.

Segera amati kehamilan setelah Anda jatuh.

1. Terjadi Perdarahan atau tidak
Meski hanya flek saja, Ibu tetap waspada. Segera periksa ke DSOG untuk memeriksa kondisi janin! Kalau sekadar flek, pemeriksaan bisa dilakukan dokter yang biasa menangani. Namun, jika terjadi perdarahan hebat, BuMil segera dibawa ke UGD RS terdekat!  

2. Ketuban Pecah atau tidak

Jika merasa air ketuban mengalir, segera konsultasikan ke dokter. Tujuannya, agar air ketuban ini mengalirnya tidak bertambah banyak yang dapat menyebabkan timbulnya kontraksi, persalinan prematur, dan infeksi pada bayi.

3. Masih ada gerakan janin atau tidak
Coba pantau gerak janin setiap jamnya. Apakah bayi itu bergerak setiap per jamnya atau tidak? Bahkan jika selama beberapa jam saja, janinnya tidak bergerak, Anda segera ke dokter kandungan untuk melihat gerakan bayi lewat USG!

4. Terjadi kontraksi atau tidak.
Istilah kontraksi adalah pergerakan otot rahim secara simultan sehingga dinding rahim terasa rileks dan mengeras secara bergantian. Biasanya, awam menyebutnya mules atau melilit berlebihan. Nah, umumnya kontraksi ini timbulnya menjelang persalinan dan tidak boleh timbul sebelum waktunya karena dapat menyebabkan persalinan prematur.

Kapan harus segera ke dokter?

·         Bila jatuh tengkurap, lalu Anda mengalami kontraksi dan nyeri yang hebat, perdarahan hebat, dan perut terasa kencang.
·         Bila jatuh terduduk, lalu Anda mengalami rasa nyeri hebat, terutama pada poros tulang belakang, dan gerakan janin menghilang.
·         Bila Anda mengalami pusing hebat akibat benturan di kepala saat terjatuh.
·         Janin tak bergerak setelah jatuh.

Dengan Anda segera memeriksakan diri ke bidan atau dokter, berarti Anda sayang dengan calon bayi Anda. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati, lebih baik jaga-jaga daripada menyesal di kemudian hari.(***)

Minggu, 06 Januari 2013

Ingin Hamil? Berdoalah Saat Hujan


Apa hubungannya antara keinginan Anda untuk hamil dan hujan? Apakah Anda perlu berhujan-hujan kalau ingin hamil? Atau memperbanyak hubungan suami-istri saat hujan? Atau malah menghindari hubungan saat hujan karena setelah itu malah masuk angin karena harus mandi junub dengan air dingin.

Bukan seperti itu yang saya maksud. Dalam tulisan ini saya ingin sharing tentang pengalaman pribadi saya saat menunggu kehadiran buah hati, baik anak pertama maupun anak kedua. 

Saat saya masih kuliah di UGM Yogyakarta, saya ikut dalam satu pengajian. Di situ saya mendapat ilmu bahwa berdoa saat hujan turun itu akan menjadikan doa kita mustajab atau mudah dikabulkan Allah.
Dalilnya adalah:

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
 Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : Bertemunya dua pasukan,  Menjelang shalat dilaksanakan, dan Saat hujan turun.”

Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
 Dua do’a yang tidak akan ditolak: do’a ketika adzan dan  do’a ketika ketika turunnya hujan.

Sebuah dalil yang lain menyebutkan:
“Hiruplah aroma hujan, dan berdoalah kepada Allah sesukamu, karena pada saat hujan, doa-doa tidak tertolak.”

Nah, saat saya ingin mempunyai anak itu, saya panjatkan doa yang khusyu saat hujan turun dengan lebatnya.

Saya ingat betul, waktu saya pulang kerja naik sepeda motor, hujan turun dengan lebatnya. Sangat lebat. Sambil naik motor dan kehujanan itulah, saya panjatkan doa minta agar diberi anak, diberi momongan, diberi keturunan. 

Saya ucapkan doa dengan suara yang bisa saya dengar. Jadi bukan berdoa dalam hati atau dengan suara lirih. Doa saya ucapkan seperti saat saya bercakap-cakap dengan orang lain.

Saat mengucapkan doa itu saya merasa seperti sedang mengucapkannya langsung di depan Allah. Saya tengadahkan wajah saya sambil memandang langit yang tertutup awan gelap. Terpaan air hujan saya biarkan membasahi sebagian wajahku yang tidak tertutup kaca helm.

Sambil tetap motor jalan, tentunya tidak ngebut, saya panjatkan terus doa itu berulang-ulang sampai air mata mengalir. Saya berdoa sambil menangis sampai terguguk-guguk, seperti seorang rakyat jelata yang mengemis memohon belas kasihan di depan sang raja.

Dan setelah doa itu terucap semua, dada ini rasanya lapang. Tidak ada lagi sesuatu yang mengganjal di hati. Sehingga sampai di rumah, terasa ringan meski basah karena hujan. 

Hal ini tidak hanya saya lakukan sekali. Di saat naik motor, kehujanan, saya panjatkan doa yang sama. Terkadang saya bisa menangis saat berdoa itu, terkadang juga tidak. Tidak masalah. Yang penting saya berdoa, berdoa dan berdoa.

Dan alhamdulillah, dengan doa yang saya panjatkan saat hujan itu, Allah mengabulkannya. Saya diberi amanah 2 anak: anak pertama perempuan, anak kedua laki-laki.

Tetapi tentunya ikhtiarnya bukan hanya doa saat hujan. Masih ada ikhtiar yang lain seperti yang sudah saya tulis dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya dalam blog ini. Kalau kemudian Anda bertanya, waktu hujan deras, saya tidak di atas motor, saya ada di rumah, atau saya pakai mobil. Bagaimana baiknya?

Kalau kondisinya seperti itu, tetap saja berdoa. Tidak masalah Anda berdoa sambil berada di dalam mobil. Pandangi langit. Pandangi hujan yang turun dengan lebatnya itu. Panjatkan doa dengan khusyu.

Demikian pula jika Anda di rumah. Keluarlah ke teras depan atau belakang rumah. Pandangi langit dan hujan yang sedang turun. Panjatkan doa. Ulang-ulangilah doa itu sampai Anda bisa merasakan bahwa doa itu tidak hanya keluar dari mulut namun juga dari hati. Saat itulah tanpa terasa air mata akan meleleh.(***)

Jumat, 07 Desember 2012

Berbagi Kebahagiaan



Alhamdulillah, telah lahir anak kami yang kedua, laki-laki, pada hari Senin, 29 Oktober 2012 dalam keadaan sehat dan persalinan normal. Berat 3,5 kg dan panjang 51 cm. Terima kasih atas doa yang Anda panjatkan untuk keselamatan kelahiran anak kedua saya itu. Dia kami beri nama Ismail Fathurrohman. Artinya, semoga mewarisi sifat-sifat dan kemuliaan Nabi Ismail, dan mendapat kejayaan dari Yang Maha Rohman.



Mengapa kami beri nama Ismail? Karena dia lahir 3 hari setelah Idul Adha. Idul Adha hari Jumat 26 Oktober 2012, Ismail lahir Senin 29 Oktober. 

O iya. Panggil dia Ismail, jangan  Mail ya. Karena kalau Ma'il nanti dikira temannya Upin Ipin. He..he..



Dengan kelahiran ini maka lengkap sudah kebahagiaan kami. Karena anak pertama perempuan. Saat ini kelas 1 di SD Islam Terpadu Harapan Ummat  Purbalingga. Dan sekarang anak kedua laki-laki. Si kakak, Khoirunnisa Nur Kamila, sangat sayang dengan dedeknya. Lihatlah senyumnya yang menawan saat diminta berfoto dengan dedeknya.

Kami sepakat bahwa dua anak ini sudah cukup. Kami tidak akan menambah momongan lagi. Dua anak ini akan kami upayakan menjadi anak yang shalihah-shalih, yang qurrota a'yun, yang menjadi tabungan amal dan penolong kami di akhirat nanti.

Trus kalo ada yang bertanya, bagaimana sih caranya bisa dapat anak perempuan dan laki-laki? Nah, baca saja tulisan-tulisan saya sebelumnya.

Namun sejujurnya, saat "membuat" anak itu kami tidak melakukan teori-teori yang rumit. Saat berhubungan ya berhubungan saja. Namun tetap doa tidak pernah henti kami panjatkan dan tentu saja dengan amalan-amalan serta ikhtiar lainnya.

Kamis, 18 Oktober 2012

mitos seputar kehamilan (3)



Di masyarakat kita banyak sekali mitos seputar kehamilan. Ibu yang hamil tidak boleh ini, tidak boleh itu, sebaiknya begini, sebaiknya begitu. Ternyata tidak semua mitos itu benar. Berikut tulisan ketiga (terakhir) dari tiga tulisan tentang mitos seputar kehamilan yang perlu kita ketahui. 

Ibu hamil tidak boleh makan pisang, nanas, dan mentimun

Mitos ini sangat dipercaya oleh sebagian masyarakat di jawa karena bisa mengakibatkan keputihan. Bahkan mereka percaya bahwa nanas bisa  menyebabkan keguguran. Konsumsi pisang, nanas, dan mentimun justru disarankan karena kaya akan viatamin C dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan melancarkan proses pembuangan sisa-sisa pencernaan.
Adapun keputihan tidak selalu membahayakan. Saat hamil maupun setelah melahirkan, adalah normal jika ibu mengalami keputihan. Kecuali juka keputihan tersebut terinfeksi oleh bakteri, jamur, dan virus yang biasanya ditandai dengan keluhan gatal, bau tidak sedap, dan warnanya kekuningan, kehijauan atau kecoklatan.

Minum air kelapa hijau menyuburkan rambut bayi

Minum air kelapa hijau tidak berkaitan dengan rambut bayi. Namun air kelapa hijau memang menyehatkan karena mengandung elektrolit, sehingga siapa saja termasuk ibu hamil, boleh meminum air kelapa hijau agar tetap bugar.

Ibu hamil tidak boleh makan daging kambing

Ibu hamil boleh saja mengkonsumsi daging kambing dengan porsi yang wajar, kecuali ibu hamil yang menderita kelebihan kolesterol atau penyakit jantung. Daging kambing mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi sehingga mempengaruhi metabolesme asam urat yang berbahaya bagi penderita koleterol tinggi ataupun penderita penyakit jantung.

Mengurut perut ibu hamil itu tidak apa-apa

Mitos ini banyak dipercaya di masyarakat. Padahal mengurut perut ibu hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran dan gangguan janin, yaitu janin mengalami stress atau tekanan. Jika janin mengalami stress atau tekanan, pertumbuhannya dapat terganggu.
Karena itu boleh-boleh saja ibu hamil dipijat/diurut tetapi hindari pemijatan di daerah perut. Jika terjadi penekanan yang tidak benar pada perut saat memijat maka bisa menyebabkan plasenta janin lepas sehingga menyebabkan janin tidak bergerak, kemudian meninggal. Sekalipun posisi janin sungsang, tidak disarankan untuk melakukan pijat untuk memutar posisi janin.(***)

mitos seputar kehamilan (2)



Banyak sekali mitos seputar kehamilan yang ada di sekitar kita. Apa saja mitos itu? Ini adalah tulisan kedua dari tiga tulisan yang saya sajikan untuk Anda mengenai mitos-mitos itu..
 
Minum susu kedelai atau makanan yang terbuat dari kedelai membuat bayi berkulit putih

Minum susu kedelai ataupun makan makanan yang terbuat dari kacang kedelai tidak berpengaruh pada warna kulit bayi. Warna kulit bayi diturunkan secara genetis dari orang tuanya.

Terlalu sering makan jeruk akan meningkatakan lendir pada paru-paru janin dan resiko kuning saat bayi lahir

Mitos ini tidak benar. Jeruk ini justru merupakan sumber vitamin C dan serat yang sangat dibutuhkan ibu hamil. Karena itu, mengkonsumsi jeruk selama kehamilan dianjurkan.

Jika menginginkan bayi cerdas dan persalinan lancar, sering-seringlah berhubungan intim selama hamil

Tidak benar bahwa sperma mengandung zat penyubur sehingga janin yang terkena semburan bisa tumbuh subur dan cerdas. Kesehatan janin dalam rahim sama sekali tidak berkaitan dengan sperma dan frekuensi hubungan intim. Kesehatan dan kecerdasan janin tidak dipengaruhi oleh kualitas sperma suami, melainkan faktor genetik dari kedua orangtuanya. Orangtua yang cerdas tentu pula berpeluang melahirkan anak yang cerdas pula. Bagi calon ibu yang memiliki gangguan kehamilan, seperti riwayat keguguran, placenta previa dan sebagainya, sebaiknya tidak melakukan hubungan intim untuk sementara waktu. Hubungan intim akan meningkatkan kontraksi otot-otot rahing sehingga resiko keguguran atu janin lahir prematur akan meningkat. Selain itu si ibu juga mengalami resiko perdarahan.
Mitos ini diduga muncul karena orang mengkaitkan kasih sayang dan perhatian orangtua, dimana kondisi psikologis si ibu mungkin dapat menjadi lebih tenang dan nyaman dengan sering berhubungan intim. Kondisi kejiwaan ibu akan mempengaruhi janin yang dikandungnya. Calon ibu yang merasa tenang dan nyaman akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, dan proses persalinan pun dapat berjalan lancar. Namun hal sebaliknya juga bisa terjadi jika calon ibu justeru tidak menikmati hubungan intim tersebut karena merasa terpaksa atau semata-mata karena kewajiban.

Minum es menyebabkan janin tumbuh besar

Minum es selama kehamilan tidak akan menyebabkan janin menjadi besar, kecuali jika ibu hamil minum es yang ditambah sirup, madu, atau gula secara berlebihan. Kandungan karbohidrat yang terkandung dalam gula inilah yang menyebabkan bayi memiliki berat di atas normal.
Selain kelebihan gula, ukuran janin juga ditentukan oleh faktor genetik dan asupan nutrisi. Orang tua yang bertubuh besar  sangat mungkin akan melahirkan bayi yang juga besar. Asupan nutrisi yang baik sangat mempengaruhi perkembangan fisik janin, sehingga janin akan berkembang dengan baik. Beberapa penyakit tertentu, seperti diabetes, juga bisa menyebabkan bayi yang dilahirkan memiliki berat badan yang lebih besar.(***)

Mitos seputar kehamilan (1)



Banyak sekali mitos atau kepercayaan turun temurun seputar kehamilan yang beredar di masyarakat. Sebagian orang mempercayai mitos itu dan kemudian malah ikut menyebarkan mitos itu kepada orang-orang di sekitarnya. Padahal tidak semua mitos itu benar.

Agar Anda sebagai calon orangtua tidak disesatkan oleh mitos-mitos kehamilan yang beredar, berikut ini adalah penjelasan tentang beberapa mitos yang ada

Leher ibu hamil menghitam atau puting gelap menandakan bayinya laki-laki

Perubahan warna pada leher atau puting tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna kulit pada ibu hamil diakibatkan peningkatan progesteron dan melanost (hormon yang mengatur pigmentsi kulit). Karena itu puting susu yang menghitam biasa terjadi pada kehamilan, baik pada ibu hamil yang mengandung bayi laki-laki atau perempuan. Selain perubahan warna kulit dan puting susu, ibu hamil juga memiliki guratan kehitaman di perut dan garis hitam dari pusar ke bagian pugbis. Namun gejala ini akan menghilan setelah melahirkan.

Bila bentuk perut calon ibu membulat, berarti bayinya perempuan

Bentuk perut ibu hamil yang lonjong atau bulat tergantung pada posisi janin dalam kandungan. Jika janin melintang, perut akan terlihat melebar. Namun jika posisi janin memanjang, perut akan terlihat tinggi. Selain itu, bentuk perut ibu hamil juga tergantung pada elastisitas otot dan volume air ketuban. Pada kehamilan anak pertama, perut akan tampak bulat karena otot masih kencang. Namun perut ibu yang pernah hamil beberapak kali akan tampak turun karena ototnya mulai kendur. Pada ibu hamil yang cairan ketubannya banyak, perutnya akan lebih besar dan bulat.

Minum air kelapa dapat mempercepat persalinan

Belum ada penelitan yang membuktikan mitos ini karena lancarnya persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun air kelapa muda memang berkhasiat untuk menjadikan air ketuban putih dan bersih.

Jangan melakukan hubungan intim pada trimester pertama kehamilan

Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa hubungan intim menyebabkan keguguran. Jadi sepanjang hal itu tidak menyakitkan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan, ibu hamil boleh-boleh saja melakukannya. Namun memang sebaiknya dihindari dahulu. Suami selama 3 bulan pertama kehamilan istri sebaiknya ”puasa” dahulu. Tetapi jika suami kebelet, tidak ada salahnya konsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui kondisi kandungan istri dan bertanya boleh tidaknya berhubungan. Jangan sampai suami frustasi karena istri keguguran hanya gara-gara suami tidak kuat menahan nafsunya.(***)